JMDN logo

25 Tahun Terabaikan, Jalan Desa Krasak Akhirnya Mulus: Penantian Panjang Warga Berbuah Nyata

📍 Pemerintahan
30 Desember 2025
8 views
25 Tahun Terabaikan, Jalan Desa Krasak Akhirnya Mulus: Penantian Panjang Warga Berbuah Nyata

BERITA9.NEWS, LUMAJANG,  – Penantian panjang warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang, akhirnya terbayar lunas. Setelah nyaris 25 tahun tak tersentuh pembangunan, jalan desa sepanjang 900 meter kini resmi direhabilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Senin (29/12/2025). 


Bagi warga, ini bukan sekadar jalan baru ini adalah simbol kehadiran negara yang lama dinanti. Sebab selama puluhan tahun, jalan tersebut menjadi saksi getirnya aktivitas warga. Lumpur di musim hujan, debu tebal di musim kemarau, serta risiko kecelakaan menjadi keseharian yang harus diterima. Namun kini, wajah Desa Krasak berubah. Jalan yang dulu mempersulit hidup, kini menjadi penghubung harapan.


Bupati Lumajang, Indah Amperawati menegaskan, rehabilitasi jalan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut langsung kualitas hidup masyarakat.


“Jalan yang layak memudahkan warga dalam mobilitas sehari-hari, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung perdagangan lokal, serta memudahkan akses ke layanan pendidikan dan kesehatan,” tegas Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.


Ia mengakui, kondisi jalan Desa Krasak sebelumnya memang sangat memprihatinkan dan berdampak luas pada kehidupan sosial ekonomi warga.


“Jalan itu kira-kira sudah 20 tahunan lebih tidak tersentuh. Warganya sampai boken-coken kalau lewat situ. Sekarang dengan jalan baru, aktivitas mereka jauh lebih mudah dan aman,” tambahnya lagi.


Rehabilitasi Jalan Desa Krasak merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur Pemkab Lumajang tahun 2025. Khusus di Kecamatan Kedungjajang, selain Jalan Krasak, tiga ruas jalan kabupaten juga ikut direhabilitasi. Secara keseluruhan, hingga tahun ini 18 ruas jalan di berbagai wilayah Lumajang telah dibangun atau diperbaiki, memberi manfaat langsung bagi ribuan warga.


Tak hanya menyasar Desa Krasak, pembangunan juga dilakukan di Jalan Curah Petung–Grobokan sepanjang 2.425 meter, serta jalan Desa Kebonan dan ruas tembusannya. Total panjang jalan yang dibangun dan direhabilitasi mencapai sekitar 2.300 meter, memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan pedesaan.


Dampak sosial dari pembangunan ini langsung terasa. Anak-anak kini lebih mudah berangkat ke sekolah, pasien lebih cepat menjangkau layanan kesehatan, dan warga tak lagi waswas melintasi jalan licin saat musim hujan. Aktivitas pertanian dan perdagangan pun menjadi lebih efisien.


Menariknya, rehabilitasi jalan ini juga memunculkan fenomena budaya yang menyentuh. Warga menggelar selamatan sebagai ungkapan rasa syukur, momen yang ramai diunggah ke media sosial.


“Melihat kebahagiaan warga itu, saya merasa puas. Ini bukan hanya soal jalan, tapi soal perubahan nyata dalam kehidupan mereka,” kata Bunda Indah.
Meski demikian, tantangan ke depan masih besar. Pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp266 miliar pada tahun mendatang membuat pembangunan infrastruktur harus direncanakan lebih cermat dan bertahap.


“Kita harus bekerja pelan-pelan, memastikan setiap rupiah memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.


Rehabilitasi Jalan Desa Krasak menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik. Jalan yang kini mulus telah membuka akses, harapan, dan masa depan baru menggerakkan ekonomi, memperkuat mobilitas sosial, serta meningkatkan kualitas hidup warga Lumajang secara nyata. (fu)

📬 Berlangganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru seputar desa langsung ke email Anda.

Berita Populer

Berita Populer