PANGGUNG ASIA NUSA FESTIVAL MEMANAS DI PENGHUJUNG ACARA! Band Lokal, Seni Tari, dan UMKM Lumajang Satukan Antusiasme Warga

LUMAJANG, berita9.news – Memasuki minggu terakhir penyelenggaraan Asia Nusa Festival 2026, suasana kemeriahan justru semakin terasa. Ribuan warna kreativitas lokal berpadu dalam satu panggung hiburan yang menyuguhkan musik, seni tari, sekaligus geliat ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pada Sabtu malam (31/10/2026) kemarin, kawasan Asia Nusa Festival kembali dipadati warga Lumajang yang antusias menikmati rangkaian hiburan. Mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB, panggung festival menghadirkan sejumlah penampilan band dan komunitas musik lokal, di antaranya GMayor, Shavira Music and Entertainment (SME), serta komunitas musik Konco Ngopi.
Tak hanya menyuguhkan hiburan musik, panggung festival juga diramaikan penampilan seni tari dari Sanggar Citro Langgeng, Kecamatan Pasirian.
“Kehadiran kelompok seni tersebut menjadi bukti bahwa Asia Nusa Festival bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan dan mengangkat potensi seni budaya daerah,” kata Owner Poustur Model’s, Harry Soe kepada media ini, saat mendampingi Sanggar Citro Langgeng Pasirian.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga datang bersama keluarga, teman, maupun komunitas untuk menikmati hiburan yang disuguhkan. Suasana semakin semarak ketika para pengunjung turut menikmati beragam sajian kuliner dan produk dari tenant UMKM yang ikut meramaikan festival.
Perpaduan musik, seni tari, dan kuliner tersebut menciptakan suasana festival yang hidup. Pengunjung tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal lebih dekat produk-produk unggulan pelaku UMKM Lumajang.
Ini Bukan Sekadar Hiburan, UMKM Menjadi Penggerak Festival
Di balik kemeriahan panggung hiburan, keberadaan tenant UMKM menjadi salah satu daya tarik penting dalam penyelenggaraan Asia Nusa Festival 2026.
“Kehadiran masyarakat yang menikmati pertunjukan sekaligus berbelanja produk UMKM menjadi gambaran bagaimana kegiatan hiburan dapat membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha dan calon konsumen,” ungkap salah satu peserta tenan UMKM, Wiwik.
Menurut Wiwik, festival ini menghadirkan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan daya tarik produk lokal di tengah masyarakat.
“Konsep ini sejalan dengan semangat besar Asia Nusa Festival 2026, yakni “UMKM Naik Kelas, Ruang Kota Hidup, Ekonomi Bergerak”,” jelasnya lagi.
Artinya, keberhasilan sebuah festival tidak semestinya hanya diukur dari meriahnya panggung atau banyaknya penonton. Lebih dari itu, dampak terhadap perputaran ekonomi, kesempatan promosi, dan keberlanjutan usaha para tenant UMKM juga menjadi hal penting.
Panggung Lokal, Potensi Besar Lumajang
Penampilan Gmayor, Shavira Music and Entertainment, Konco Ngopi, hingga Sanggar Citro Langgeng memperlihatkan bahwa Lumajang memiliki potensi sumber daya kreatif yang layak mendapatkan ruang lebih luas.
Keterlibatan band lokal, komunitas musik, dan kelompok seni tari menjadi bentuk apresiasi terhadap talenta daerah yang selama ini terus tumbuh dan berkembang.
“Ruang pertunjukan seperti Asia Nusa Festival ini, ternyate dapat menjadi kesempatan bagi para pelaku seni untuk membangun jejaring, memperkenalkan karya, dan memperoleh pengalaman tampil di hadapan publik yang lebih luas,” beber Eren, dari GMayor Band.
Memasuki penghujung penyelenggaraan, kemeriahan Sabtu malam kemarin, sekaligus menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan bahwa kolaborasi antara seni, hiburan, komunitas, dan UMKM mampu menghadirkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Asia Nusa Festival 2026 ini, menegaskan bahwa ruang kota dapat dihidupkan melalui kegiatan kreatif yang melibatkan banyak elemen Masyarakat,” papar Ketua Panitia Asia Nusa Festival, Fitra Abdillah.
Harapannya, semangat kolaborasi yang terbangun tidak berhenti ketika panggung festival ditutup. Sebab, yang paling penting bukan hanya kemeriahan selama acara berlangsung, melainkan bagaimana peluang ekonomi, ruang berkarya, dan promosi produk lokal dapat terus tumbuh setelah festival berakhir.
Kata Fitra, Asia Nusa Festival ini bukan sekadar menghadirkan tontonan, tetapi berupaya menciptakan ruang bagi UMKM untuk berkembang, seniman untuk tampil, komunitas untuk berkolaborasi, dan masyarakat untuk menikmati ruang publik yang lebih hidup.
📬 Berlangganan Newsletter
Dapatkan berita terbaru seputar desa langsung ke email Anda.






